Tips Gowes saat Puasa

IMG_2689

Bulan Ramadhan bukan menjadi penghalang untuk para goweser untuk puasa bersepeda juga. Dengan cara yang tepat maka hobi gowes pun akan tetap terlaksana di bulan puasa.

Untuk gowes pada saat bulan puasa ada beberapa tips agar gowes tetap sehat dan menyenangkan.

Berikut beberapa tips untuk gowes pada saat berpuasa :

  1. Cek dan Ricek Kondisi Sepeda. Hal ini merupakan ‘menu wajib’ gowes didalam maupun diluar buan puasa. Jangan sampai ban kempes atau rantai putus di tengah jalan dan terpaksa harus di dorong sampai rumah, sungguh melelahkan bukan? Bawa serta pula perlengkapan dan tool bersepeda dalam tas Anda, sebagai Antisipasi terjadi hal tersebut, meski ketika berangkat kondisi sepeda sudah dipastikan ‘sehat’. Tak salah juga Sobat tetap berbekal air minum dan makanan kecil, sebagai antisipasi ketika waktu buka puasa tiba sementara Sobat masih dalam perjalanan.
  2. Menggeser Waktu Bersepeda, Rata-rata kita menjalani aktivitas gowes pada pagi hari, selama bulan puasa kita bisa menggeser waktu gowes tersebut, misalnya sekitar pukul 15.30-17.00. Hal ini bertujuan menghindarkan kita dari kelelahan atau dehidrasi karena teriknya matahari  . Beberapa rekan menganjurkan jarak tempuh maksimal sejauh 8-15 km, dengan waktu tempuh 45-90 menit. So, lakukan dengan santai. Kecepatan cukup sekitar 10-15 km/jam. Bersepeda pada Sabtu atau Minggu bisa sudah cukup untuk menjaga kebugaran. .
  3. Atur Ritme Gowes sesuai Kondisi Tubuh. Gowes secara bersama, kelompok, atau dengan seorang teman tentu akan lebih mengasyikkan, namun ingatlah untuk menjaga kecepatan, waktu tempuh dan jarak sesuai kemampuan tubuh Anda sendiri. Biasanya kita akan tergoda saat ada teman memacu sepedanya sedikit kencang, atau tanjakan yang menantang untuk ditaklukkan atau saat ada turunan yang menggoda kita tuk gowes sekencang-kencangnya. Sekali lagi ingat, kondisi vitalitas orang yang sedang berpuasa tentu berbeda. Dan, janganlah sungkan untuk beristirahat ketika tubuh Anda merasa lelah.
  4. Rencanakan Rute Gowes dengan Matang. Tentukan Rute bersepeda dengan lebih matang, karena bersepeda tanpa tujuan hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga. Usahakan untuk menghindari rute-rute yang kurang ‘sehat’ seperti daerah macet, daerah dengan kadar polusi tinggi. Dan sebaliknya, pilih rute dengan kondisi yang hijau, Asri dan udaranya relatif sehat.
  5. Alokasikan Waktu Lebih. Untuk mengakomodasi waktu yang molor karena gowes santai, alokasikan waktu yang sedikit lebih lama.
  6. Gowes Bareng Lebih Seru. Usahakan untuk gowes dalam format berkelompok, tentunya ini akan lebih seru dan memotivasi, bisa jadi lelah yang sebenarnya mendera justru tertutupi karena ‘riung’ gowes bersama rekan. Bisa juga disisipkan acara sesuai kondisi Ramadhan, misal ‘gowes bareng-buka puasa bareng’, seru kan?
  7. Sahur dan Berbuka dengan Menu Bergizi. Sudah pernah kami ulas pada posting sebelumnya, bahwa aktivitas bersepeda peru ditunjang kondisi tubuh yang prima, hal ini ditunjang oleh asupan dan pola makan kita. Sejatinya, pada bulan Ramadhan, soal makan, kita hanya  menggeser waktu ‘sarapan’ dan –mungkin- makan siang. So, karena betapa pentingnya ‘sarapan’ maka jangan lewatkan waktu sahur Sobat dengan menu yang bergizi.  Hal ini juga berlaku untuk menu berbuka. Dr. Hembing menambahkan bahwa di kala puasa akan lebih baik menambah konsumsi madu saat sahur.

 

 

 

 

Source : http://thingsbike.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s