Perjalanan Ratu Downhill Indonesia


Ratu downhill Asia Tenggara, Risa Suseanty, tampil menjadi jawara di sebuah kejuaraan turun gunung di California, Amerika Serikat. Gelar itu memperkuat keyakinannya untuk mempertahankan emas di SEA Games XXVI.

Di tengah embusan angin kencang, Risa Suseanty berlindung di balik batu besar. Ia berupaya menjaga kehangatan tubuhnya dari suhu udara 13 derajat celsius yang melanda kawasan tempat lomba bertajuk “Fontana Series Round 5 “digelar. Upaya mempertahankan kondisi tubuhnya agar tetap panas rupanya tak sia-sia. Begitu mendapat giliran start, ia bisa langsung mengembangkan kecepatan tinggi. Bukit terjal yang didominasi rock garden di California, Amerika Serikat, itu pun berhasil dilaluinya tanpa hambatan. Pada pertandingan yang digelar 8 Maret silam, ia membukukan waktu 00:02:51.62 menit. Itu catatan tercepat di kelasnya. Ia pun berhasil menambah koleksi gelarnya.

Sebelum kembali ke Tanah Air, Risa melanglang ke Eropa untuk menjajal berbagai bukit di Belgia, Denmark, dan Jerman selama sebulan penuh. “Perjalanan ke Amerika dan Eropa atas inisiatif dan biaya sendiri, dengan harapan ada bekal dari sana yang bisa saya bawa ke sini untuk tim Merah Putih” ujarnya saat saya temui di pemusatan Pelatnas MTB SEA Games XXVI di Sentul City, Bogor, Rabu (11/5/2011) silam.

Tak sekali ini saja Risa mampu membuktikan kemampuannya di cabang olahraga ekstrem tersebut. Sebelumnya, namanya telah malang-melintang di kancah Asia. Sudah empat kali ia mengibarkan panji Merah Putih di level SEA Games. Tiga emas diraih secara berturut-turut (1997,1999, 2001), dan yang terakhir disumbangkan pada tahun 2009.

November ini, perhelatan SEA Games kembali digelar. Indonesia didaulat menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Kali ini, Risa kembali dibebani target medali emas. Selain untuk mempertahankan perolehan medali emasnya, ia juga diharap dapat membagikan segenap pengalaman yang dimilikinya serta menularkan semangat juang yang tinggi kepada rekan junior.

Risa mengakui, beban yang diemban di SEA Games 2011 cukup berat. Apalagi, saat ini, banyak atlet-atlet luar pendatang baru yang patut diwaspadai, di antaranya atlet Thailand yang sangat ahli di rute-rute curam, dan atlet Vietnam yang disebutnya sebagai spesialis turnamen.

Justru, itu semakin menggenjot semangat Risa untuk bisa berbicara banyak. Menginjak usia ke-30 tahun, ia merasa semakin dewasa, baik di dalam maupun di luar lomba. “Memang, rasa takut saat lomba masih ada, tetapi saya sudah mengetahui bagaimana cara menghilangkannya. Saya juga merasa lebih precise, lebih detail, dan semakin bijak dalam mengambil keputusan saat lomba,” ujar atlet yang mengidolakan legenda MTB, John Tomac, ini.

Bangkit dari Keterpurukan

Perkenalannya pada dunia balap sepeda terbilang unik. Saat berumur 6 tahun, Risa kecil mulai berlatih olahraga badminton. Tidak tanggung-tanggung, orang tuanya sampai menyewa jasa pelatih pribadi untuk mengasah kemampuannya. “Waktu itu, demam badminton sedang melanda Indonesia, dan Susi Susanti sedang jadi idola, karena itu orang tua saya semangat melatih saya,” kenangnya.

Risa sempat mengikuti seleksi bulu tangkis junior DKI Jakarta dan menjuarai beberapa kompetisi se-Jakarta. Mulai merasa jenuh dengan olahraga ini, di usia 13 tahun, ia pun mulai tertarik menggeluti olahraga sepeda. Saat itu, olahraga badminton dan balap sepeda dijalaninya secara bersamaan. Sampai pada akhirnya, di usia 14 tahun, ia memutuskan meninggalkan olahraga badminton agar bisa fokus di sepeda.

Karir Risa di dunia sepeda pun dimulai. Dengan semangat dan dukungan penuh orang-orang terdekat, seperti ketika menekuni olahraga badminton, ia pun mulai mengikuti berbagai macam kejuaraan, mulai dari cross country, off-road dan lomba di jalanan. Setahun berselang, bakatnya sampai ke telinga pengurus pelatnas. Ia pun mulai digembleng di sana.

Di Taiwan, tahun 1996, Risa mengikuti Kejuaraan Balap Sepeda Asia di nomor cross country dan meraih juara kelima. Di kejuaraan itu juga, secara tidak sengaja, ia diikutsertakan di nomor downhill. Tak disangka, ia berhasil meraih peringkat kelima. “Sejak saat itu, saya mulai jatuh hati pada downhill,” kenangnya.

Dengan menjuarai berbagai gelar nasional dan internasional, namanya semakin diperhitungkan. Setelah menjuarai tiga gelar SEA Games, Risa sempat merasa jenuh berkompetisi. Pada tahun 2006, Risa menikah dengan atlet MTB asal Singapura, Tan Hong Cun. Pernikahannya hanya bertahan selama tiga tahun.

Tahun 2009, menurut Risa, adalah masa-masa terberat dalam perjalanan hidupnya. Risa sedang mengurus perceraiannya dengan Tan Hong Cun, sementara saat itu pertandingan SEA Games di Laos sudah di depan mata. “Saya kurus sekali waktu itu. Saya berpikir, saya tidak mungkin memperkeruh semuanya. Hubungan pernikahan saya boleh kandas, tetapi tidak dengan dunia balap sepeda,” tuturnya.

Dengan dukungan semangat dari orang terdekat dan rekan-rekannya di pelatnas, walaupun hanya berlatih intensif selama dua bulan, Risa berhasil meraih medali emas SEA Games 2009. Medali emas ini, menurut Risa, adalah gelar paling emosional. “Ternyata saya berhasil bangkit dari keterpurukan dan meraih gelar lagi. Dan, pada waktu itu, emas yang saya persembahkan juga merupakan medali emas pertama yang diperoleh kontingen Indonesia di Laos,” ujar rider yang juga hobi berselancar ini.

Kini, Risa yang tengah berpacaran dengan pembalap BMX asal Hong Kong, Steven Wong, semakin percaya diri menatap SEA Games 2011. Ia berharap dapat terus menggenjot sepedanya untuk meraih gelar demi gelar. Baginya, usia tidak menjadi halangan untuk berprestasi. “Semua kembali kepada individu masing-masing. Kita berpikir kita tua, atau kita berpikir kita bisa,” tutupnya.

Nama : Risa Suseanty

TTL : Bandung, 25 Oktober 1980

Spesialisasi : MTB Downhill & BMX

Kode UCI : INA 19801025

Sponsor : Oakley, Power Balance, Fox, Wim Cycle, Hino

Prestasi : Emas SEA Games 1997, 1999, 2001, 2009

Perak SEA Games 2003

Perunggu SEA Games 2005

Peringkat II Kejuaraan Asia MTB 2009

Peringkat IV Kejuaraan Asia BMX 2010

source : http://petikanhari.wordpress.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s