LG LINCAH ” Warban and Bandung City Bike Sensation “

Ini merupakan gowes terakhir saya dengan komunitas “LG LINCAH”, momment perpisahan dengan para sahabat seperjuangan.Semoga komunitas sepeda “LG LINCAH” tetap solid.Dikutip dari blog sahabat gowes saya http://juneexc.wordpress.com



Setelah sebelumnya sempet diurungkan niat buat gowes kolosal jilid II dari gank lincah, akhirnya tanggal 13 Maret 2011 kemarin terlaksana juga buat memujudkan gowes bareng lincah dengan tujuan trek klasik bandung utara, hiyaaaa apalagi kalo bukan trek klasik WARBAN. Buat saya ini adalah gowes yang ke 5 kalinya menuju warban, akan tetapi sensasi gowesnya selalu berbeda, apalagi sekarang bakalan nostalgian dengan rekan rekan Lincah, wuihhhhh tambah semangat saja nih.

Setelah banyak informasi yang melalui email tentang kuota member sampai dengan kesediaan angkutan buat rekan rekan lincah, akhirnya gowes ini bisa terlaksana juga walaupun harus delay sampai dengan 2 jam dari plan awal. Niatnya berangkat jam 05.30 dari LG tapi ada daya kalo ada miskomunikasi dengan pihak sinar jaya yang akhirnya keberangkatan di mundurin sampai dengan sekitar jam 7an. Hampir saja gowes ini gagal, tapi saya coba yakinkan kalo cuaca di Bandung lagi bagus2nya, kalopun harus gowes mulai dari jam 10 itu masih ok.

Saya sendiri berangkat dari gerbang rumah tepat jam 07.00 mungkin berbarengan dengan keberangkatan rekan lincah di cikarang sana, tujuan awal saya hanya ingin memeriahkan CFD di dago, yang biasanya berjalan kaki kini menggunakan sepeda, setelah puas car free day, saya coba tengok lokasi start nanti di kebun binatang bandung yang terletak di jalan taman sari, ternyata jalanan masih kosong, saya infokan hal ini ke om mamat kalo jalanan menuju lokasi tidaklah macet dan saya pun dapat informasi ternyata om Heri “suhu” telah berangkat setengah jam dengan rombongan yang lain membawa sepeda di bomil truk. Akhirnya sekitar jam 08.30 mobil truk datang dan setengah jam kemudian rombongan lincahpun merapat. Persiapan sepeda dan dilakukan briefeing sebentar, gowespun dimulai sekitar jam 09.10. alhamdulillah cuacanya masih segar dan tidak panas, pokonya di berkahi banged dech gowes kemarin.

Stage 01 ( BONBIN – TAHURA )

Stage permulaan ini mungkin jaraknya kurang dari 3 kiloan dan awal bergerak dari lokasi start itu jalanan relatif datar sampai kita ketemu simpang dago Mc.D, dari sini sepeda diarahkan ke kiri menuju terminal dago atas, yup mulailah uphill rollling. Jalanan relatif enak tapi lalu lintasnya bikin ngeri terutama angkot yang kadang2 menepi, padahal irama gowes lagi enak. Posisi depan kebetulan masih saya yang pimpin, tepat dibelakang saya om sinyo mengawal dan dilanjutkan dengan yang lain, sampai terminal dago saya putuskan berhenti sejenak karena ada persimpangan, dikhawatirkan ada praja mbalelo yang nyasar. Om sinyo meneruskan perjalanan dan agar re-group di alfamart dago atas, rekan yang lain perlahan mulai melewati saya sampai dengan 3 praja terakhir yang di gowes ini kompak sekali dan selalu seiya sekata ( tak pernah berpisah ), xixixixixi siapa lagi kalo bukan pak Iman, jalu dan yadi. Bertiga ini kompak sekali menjadi member rollback (rombongan lelet belakang :red). Setelah terlihat batang hidungnya akhirnya gowespun dilanjut dan bertemu kembali rekan rekan yang menunggu di alfamart dago atas, tanpa banyak istirahat dan berhenti gowes pun dilanjut, tapikali ini leader dipegang oleh om 3D, saya mulai jadi sweeper kembali. Mulai memasuki jalanan menuju warban, goweser pun mulai tercecer termasul el capitano yang digadang gadang gak mau jadi sweeper akhirnya tercecer juga dibelakang bersama three musketer rollback (taukan siapa :red ). Saya mulai melewati mereka berempat dan akhirnya mendekat ke goweser yang ada didepan saya yaitu om Dedy yang issuenya ini adalah gowes perpisahan menjelang resign dari LG, lhoooooooo !!!!!!!!! saya ajak dedy buat tarik nafas dulu di taman hutan raya dago ( TAHURA ) sambil nunggu tim rollback merapat.

Tak berapa lama akhirnya tim rollback ini datang juga walaupun jalu dan yadi harus bersusah payah dengan TTB stylenya menuju TAHURA ini, xixixixi tenang ajah bro TTB isn’t a crime kok.

Stage 02 ( TAHURA – WARBAN )

Setelah semua bergabung di tahura, gowespun dilanjut dan jarak sampai dengan warban ini tingal 1,5KM lagi. Bersemangatlah semuanya karena siksaan tanjakan sebentar lagi berakhir, xixixixixi padahal ini adalah 1,5 KM yang membuat klimaks dengkul buat dibikin senut senut, memang awalnya masih datar setelah memasuki villa dago pakar tapi itu hanya 200 meter saja selebihnya tanpa ampun dan bertubi tubi tanjakan disajikan oleh trek warban ini, hahay yang bikin suprise om mamat sekarang gowesnya manteb banged dech, melaju tak tersentuh lagi dibayangi oleh dedi yang baru upgrade 9 speed dan rotor baru kemudian diikuti oleh om 3D mulai mengintai dibelakang. Lhoo saya posisi dimana, hehehehe biasalah memberikan masukan dan wejangan yang membangkitkan semangad 45 agar tidak terjadi lagi praja desersi, xixixixixixi. Dikarenakan selepas jalan ini Cuma satu jalur lagi menuju titik finish dan sayapun sudah tidak tahan dengan stop n go mengikuti irama gowes tim rollback akhirnya saya mohon pamit untuk melanjutkan gowes duluan dan mulai bergabung denganrekan yang sudah mulai bergerak duluan. Menjelang masuk ke tanjakan putus asa disitu ditandai oleh warung dan kebanyakan goweser pada mampir dulu, termasuk om mamat dan dedi yang sedang asyik menikmati teh manis hangat. Begitu saya sampai dilokasi ini om mamat malah memutuskan melanjutkan perjalanannya, saya disini ambil nafas aseli gak kuat kalo sambung. Padahal om tri sudah mulai bergerak tanpa berhenti lho, apa ini faktor cleat yah “ pikir dalam hati “. Saya tak lama disini dan langsung putuskan melanjutkan perjalanan, dilihat didepan el capitano sudah mulai nyrah dengan tankana putus asa ini, dari kejauhan sepeda di TTB terus, huahahahahaha. Saya mulai mendekat akan tetapi titik finish sudah mulai tampak, akhirnya sampai juga di titik finish warung bandrek (WARBAN)

Menikmati kebersamaan, becanda riang gembira,,,,sssrrruuppuuttttttttttt nikmatnya segelas bandrek susu hangat🙂


Stage 03 ( WARBAN – Gd. SATE Via CIBURIAL DAGO PAKAR )

Perjalanan ini adalah perjalanan sesungguhnya dari trip gowes kali ini, blusukan sebenarnya yang bikin adrenalin naik turun, belum lagi ada jumpalitan gate. Gowes via ciburial ini sebetulnya spontan saja, karena kalo pulannya Cuma turun on road sepertinya kurang seru, ditambah lagi jauh2 dari ckranag gowes Cuma 2 jam doang, sepertinya anti klimaks sekali. Akhirnya atas kesepakatan bersama saya ajak untuk turun meuju arah awiligar yang nanti tembusnya cikutra. Dari warung bandrek ini kita naik lagi ke atas sekitar 100 meter kemudian mulai masuk ke area perkebunan yang ada di sepanjang bukit. Tampak kota bandung dari sini. Posisi kita memang bener2 diatas, wuihhh angin menerpa cukup kencang, dan turunan pun dimulai, mulai asik nih. Sepeda memang kembali ke habitatnya sebagai mountain bike.

Turunan awal masih sopan, beberapa goweser juga tampak berteriak termasuk saya, tapi itu tak lama, karena di depan terbentang sebuah lembah yang mempunya sudut kemiringan yang boleh disebut jahanam, sepedapun terpaksa di tuntun, heheheheh lucukan biasanya TTB itu pas nandjak, lho ko ini malah pas turunan di TTB. Bahkan naluri jalu sebagai karpala pun keluar, jalu meninggalkan sepedanya hanya untuk melihat jalurnya layak atau tidak untuk dilalui, xixixixixi sy iseng buat putar balik, tapi semua kompak gak mau “ ngapain balik lagi udah di dasar lembah, naiknya bakalan tersiksa pisan “ kompak semua gak mau putar balik.

Akhirnya perjalanan di lanjutkan lagi, semakin dalam turunan ini akhirnya masih bisa juga untuk digowes, walaupun cukup berbahaya. Dan betul saya pak iman kehilangan keseimbanganya dah harus merelakan untuk cium bumi pertiwi bahkan sampai 2 kali (salut buat semangatnya). resiko kenikmatan menuruni bukit disertai dengan light dowhill adalah pasti didepan menunggu sebuah tanjakan yang berbanding terbalik dengan kenikmatan turunnya, tapi apapun itu memang harus dihadapi.

Setelah berada didasar lembah, kitapun semua memaksa untuk bergerak naik lagi sampai dengan menuju puncak bukit yang berupa perkampungan disekitar daerah ciburial. masih ingat betul disini ada sebuah akses jalan yang di beton dan hampir semuanya gagal menaklukan tanjakan ini, 50 meter menjelang titik akhirnya ini sudut kemiringan gak sopan, terlalu miring dibuatnya dan membuat kita kesulitan untuk menaklukannya.

Akhir dari tanjakan ini kita memasuki sebuah perkampungan dan terus di telusur sampai dengan kita ketemu oleh sebuahperumahan mewah disekitar dago pakar, wuihhhh disini kita menyisakan satu tanjakan yang sangat lucu sekali. sampai sampai dilewatkan,xixixixixi. tapi untuk three musketer sepertinya tenaga sudah habis, apa data TTB pun dijalani.

keluar dari perumahan dago pakar, kita beranjak turun kembali ke kota bandung dan langsung menuju ke arah jalan Bengawan untuk menikmati kuliner bersama di Eaters cafe n resto, menunya “Sop iga bakar”.


wuihhhh manteb, gowes porsir ditutup dengan iga bakar, sedap pisan. session terahir dari semua perjalanan gank lincah ini adalah mampi didepan gedung sate buat photo bersama, karena menurut rekan rekan Lincah rasanya tak lengkap jika gowes gowes jauh dari cikarang ke bandung harus melewatkan momen photo bersama didepan gedung sate ini, xixixixxi aya aya wae !!!!!

powered by :

2 thoughts on “LG LINCAH ” Warban and Bandung City Bike Sensation “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s