Gowes to hutan pinus

Jam sudah menunjukkan pukul 5:40 segera bergegas menuju titik kumpul para goweser. Gowes minggu pagi ne cuma diikuti 3 orang : Kembonk Nyiepruth ( Scott yellow-blue ), Pak Pie Cend ( Premier 2.0 ),dan saya sendiri ( Black Dominate ).
Langit yang mendung tidak menyurutkan niat kita buat gowes di hari itu kata Mr.Kembonk “hajar”. Start dari titik kumpul sekitar pukul 6:15, menuju ke arah utara melewati jalan raya.


Rencana awal sih mau ke bendungan plasa, eh ditengah jalan setelah berunding akhirnya belok ke daerah gumiwang.
Kata Pak Pie Cend klo gowes ke plasa kurang menantang ( ya jelas dsana cuma tepe-tepe aja sambil cuci mata hehehe )
dari gumiwang belok kiri masuk ke jalan beton dua baris.

Disambut dengan pohon-pohon yang rindang dan udara yang segar sedikit polusi, melewati jalan beton dengan santai.
Saya melihat kedepan ternyata ada tanjakan yang cukup panjang dan lumayan tinggi. Dari bawah shifter langsung saya geser supaya gear belakang pada posisi yang paling atas. Saya gowes dengan santai agar tidak kehabisan tenaga nantinya.
Dah dapat 2/3 tanjakan ternyata Pak Pie Cend turun dari sepeda dan menuntunnya “dah ga kuat om” seru Kembonk Nyiepruth hehehehe…………….( katanya sih semalem habis minum jamu, lho bukannya jamu malah bikin kuat ???😀 )

Setelah habis tanjakannya akhirnya Pak Pie Cend menggowes sepedanya lagi. Melewati tanjakan demi tanjakan dan memasuki kawasan hutan pinus, di kanan dan kiri jalan ditumbuhi banyak pohon pinus udaranya semakin tambah sejuk.

Ditengah perjalanan kita menemukan gubug tepatnya di pinggir perempatan jalan. Kita putuskan untuk istirahat sejenak sambil melepaskan dahaga. Di gubug ternyata ketemu dengan warga daerah situ yang mau melakukan kerja bakti membersihkan rumput – rumput di pinggir jalan.

Kita memasuki perkebunan pinus, terpaksa turun dari sepeda karena kondisi jalan bebatuan yang sempit dan licin tidak memungkinkan untuk di gowes.


Kemudian melanjutkan perjalanan keluar dari hutan pinus. di depan ada sungai kecil yang di sebelahnya ada air terjun kecil, kita menyebrangi sungai tersebut.

Di sungai kita sempatkan buat foto-foto dulu ( narsis.com )
Pak Pie Cend

Kembonk Nyiepruth

Penulis😀

Puas setelah jeprat-jepret kita lanjutkan untuk pulang, dalam perjalanan pulang banyak sekali jalan perempatannya kita jadi bingung arah jalannya. Akhirnya Pak Pie Cend dengan pedenya memberanikan diri untuk tanya ke rumah warga. Dikasih tau lah jalan keluar dari daerah itu. Perjalanan pulang cukup asyik karena jalannya plester dan menurun , ga perlu kluar banyak tenaga untuk gowes.

Akhirnya sampai juga ke pos pemberhentian tepatnya di angkringan mas Kiss,tapi sampai disana ternyata angkringannya belum buka. kita sempat menunggu sekitar setengah jam sampai warungnya buka.Disambut dengan gorengan yang masih hangat ( baru selesai goreng om ) yang pasti maknyuss. Saya cukup menghabiskan dua bungkus nasi kucing buat mengsisi perut setelah terkuras gowe tadi.

Menu angkringan

8 thoughts on “Gowes to hutan pinus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s